Just another WordPress.com weblog

Investor Harapkan Solusi Taktis G-20

London – Kalangan investor berharap pertemuan pemimpin negara-negara G-20 bisa memberikan solusi taktis atas krisis keuangan global. Krisis ekonomi saat ini, kata mereka sudah sangat kompleks dan menyentuh hampir semua sendi-sendi utama ekonomi.

Direktur Jenderal Konsorsium Retail Inggris, Stephen Robertson, menyebut bahwa negara-negara utama mencatat rekor ekspor dan pertumbuhan rendah. Pada sisi lain, perusahaan-perusahaan global -dari manufkatur hingga bisnis keuangan- mengalami kemunduran kinerja yang tajam.

Pertemuan puncak G-20 di Washington pada 15 November mendatang, kata dia, seharusnya bisa memberikan solusi atas semua persoalan yang ada. “Sangat menyedihkan keadaan saat ini,” kata Robertson, Selasa (11/11).

Para menteri keuangan G-20 baru saja mengakhiri pertemuan selama 2 hari di Sao Paolo, Brasil, pada 8-9 November lalu. Hasil pertemuan berupa konsensus Sao Paolo itu akan dibawa pada pertemuan di Washington untuk disepakati. Menteri Keuangan Sri Mulyani mewakili Indonesia selama pembicaraan di Brasil.

PM Inggris Gordon Brown mengatakan, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter di seluruh dunia sangat dibutuhkan. “Kita juga butuh langkah-langkah ekonomi yang terencana dan lebih luas khususnya menangani persoalan keuangan,” kata Brown.

Ia menambahkan, dalam kebijakan fiskal, langkah presiden terpilih AS Barack Obama yang akan menggelontorkan dana ratusan miliar dolar merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu. Agenda lain yang juga tak kalah penting dibahas, kata Brown, terkait isu proteksionisme perdagangan.

Inggris dan negara-negara utama ekonomi dunia pun telah melakukan langkah talangan dana bagi sistem keuangan mereka yang hancur. Inggris malah telah menasionalisasi satu bank besar, Northern Rock.

Dari Washington, Barack Obama memastikan tidak akan menghadiri pertemuan puncak G-20 di Amerika. Ia juga dipastikan tidak akan bertemu dengan para pemimpin negara-negara lain yang menghadiri pertemuan tahunan itu.

Juru bicara Obama, Robert Gibss, mengungkapkan pertemuan dengan satu atau dua pemimpin negara tertentu pun tidak ada dalam agenda. “Tidak. Tidak di Chicago, tidak juga di Washington (pertemuannya),” tegasnya. “Saat (pertemuan) itu, masih ada satu presiden (yang sah).” Ia merujuk pada Presiden Bush.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono termasuk salah satu pemimpin G-20 yang akan menghadiri pertemuan itu. Bagi Presiden Walker Bush, pertemuannya dengan para pemimpin G-20 seperti sebuah pesta perpisahan menjelang pengangkatan sumpah Obama sebagai presiden AS pada 20 Januari 2009.

————

Diambil dari harian cetak, Republika, Rabu 12 November 2008.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.