Just another WordPress.com weblog

Eriko Ishihara - Love Standards

Swing Jazz, this is more like it…

Eriko Ishihara, artis yang berdarah Jepang ini mengeluarkan album Greatest Hitsnya yang merupakan remake dari lagu-lagu klasik seperti I’ve Got You Under My Skin, What A Wonderful World, My Funny Valentine, dan 10 lagu lainnya yang ada di album ini.

Overall, this is a good album with swing jazz style. Cocok untuk diputar saat sedang santai.

Well this isn’t about the politics, but it’s all about music. Barusan abis baca” majalah jadul di rak dan menemukan majalah Rolling Stone, Edisi Maret 2008, dan saya menemukan beberapa topik yang menarik untuk dibahas, atau mungkin sekedar ingin mengutip saja tanpa mengurangi atau menambah isi artikelnya. Diantara adalah tentang sepak terjang industri rekaman yang didominasi oleh “rasa baru” dan cenderung menenggelamkan para musisi” lawas. Berikut artikel lengkapnya.

Komitmen adalah sesuatu yang harus digenggam dalam kesinambungan waktu. Ia berbeda dengan trend yang sifatnya cenderung bergerak cepat. Mempertahankan komitmen disaat industri rekaman centang perenang sungguh bukan pekerjaan mudah. Bukan cuman trend yang arahnya sulit ditebak, tetapi juga perilaku pasar. Akibatnya banyak nama yang tersingkir. Untuk menyebut beberapa diantaranya, kita kehilangan Edane yang begitu kukuh pada nafas hard rock, atau Puppen dengan alternativenya. Kita juga kehilangan Sheila On 7 yang pada album-album terakhirnya justru memperlihatkan keseriusan dalam menggarap tema lagu mau pun musikalitas.

Untuk dapat bertahan pada sub kultur pop yang bersifat temporer, sebuah band dituntut kemampuan beradaptasi tanpa harus mengorbankan identitas. Beberapa nama mencoba melakukan hal itu. Selain Samsons, Slank, The Rocks, Andra & The Backbone serta Naif, masih ada sejumlah sosok yang tetap eksis di tengah situasi industri musik yang makin memburuk. Ungu, misalnya, kembali melanjutkan kisah sukses Melayang (2005) dengan merilis Untuk Selamanya (2007). Perubahan perilaku pasar juga nampaknya tak berhasil menyentuh GIGI. Mereka berada dalam sebuah situasi mapan dimana membanjirnya para new comer tak sampai menggoyang eksistensinya. Bahkan konser tunggalnya di lapangan Kridosono pada 11 Januari lalu terbilang fenomenal. Bukan hanya berlangsung tanpa sponsor, melainkan dalam jumlah penonton yang membeludak di luar dugaan. Sumber di Sony BMG menyebut angka 800.000 download untuk dua singel mereka, “Nakal” dan “11 Januari”. Albumnya sendiri, Peace, Love & Respect, terjual sebanyak 80.000 keping untuk sejak ditulis dirilis Juli 2007.

Kemunculan Padi yang cukup lama menghilang sungguh mengobati kerinduan para penggemarnya yang sempat terkaget-kaget oleh Save Our Soul dulu. Album Tak Hanya Diam yang dirilis pada November 2007 hingga kini kaset 100.000 keping. Dengan dua buah singel, “Sang Penghibur” dan “Jangan Datang Malam Ini”, mereka telah menggaet setidaknya 800.000 pengguna RBT. Tidak buruk jika dikaitkan dengan konteks untuk merebut kembali simpati para Sobat Padi. Mereka menjadi contoh kongkret sebuah band yang bangkit dari kegagalan masa lalu.

Upaya tetap berkibar dengan memanfaatkan momentum sukses album sebelumnya kini tengah dilakukan Nidji. Album kedua, Top Up, tetap menebar nuansa British. Ini bisa dibuktikan oleh “Biarlah” yang enerjik. Sementara pada “Penantian” duet Andro dan Andri terdengar memikat perhatian melalui permainan kompak mereka. Meski terdapat progres chord yang mengingatkan pada “Child In Time”-nya Deep Purple, lagu ini cocoklah ditempatkan pada urutan pertama sebagai gimmick untuk menggiring pendengar ke lagu selanjutnya yang umumnya diaransemen dengan apik.

Letto yang sejak awal kemunculannya melakukan taktik silence in action juga masih mendapat tempat tersendiri. Band ini terkesan anteng seperti halnya lagu-lagu mereka yang terdapat di album terbaru, Don’t Make Me Sad. Peterpan, setelah perpecahannya yang menjadi obyek infotainment, juga berusaha mengulang kembali kisah sukses mereka. Hanya saja, Ariel dan kawan-kawan bangkit ketika industri rekaman sudah dibanjiri pasar pendatang baru. Jalan tak semulus seperti ketika dulu memulai gebrakan. Salah satu pendatang baru yang berhasil merebut perhatian adalah Drive. Band ini langsung mencorong ketika singel keduanya, “Bersama Bintang”, menjadi theme song sinetron Candy. Penjualan lagu digitalnya mencapai angka diatas 1 juta download.

—————-

Dikutip dari majalah Rolling Stone, Edisi “Petaka Dunia Musik Indonesia” Maret 2008.

London – Kalangan investor berharap pertemuan pemimpin negara-negara G-20 bisa memberikan solusi taktis atas krisis keuangan global. Krisis ekonomi saat ini, kata mereka sudah sangat kompleks dan menyentuh hampir semua sendi-sendi utama ekonomi.

Direktur Jenderal Konsorsium Retail Inggris, Stephen Robertson, menyebut bahwa negara-negara utama mencatat rekor ekspor dan pertumbuhan rendah. Pada sisi lain, perusahaan-perusahaan global -dari manufkatur hingga bisnis keuangan- mengalami kemunduran kinerja yang tajam.

Pertemuan puncak G-20 di Washington pada 15 November mendatang, kata dia, seharusnya bisa memberikan solusi atas semua persoalan yang ada. “Sangat menyedihkan keadaan saat ini,” kata Robertson, Selasa (11/11).

Para menteri keuangan G-20 baru saja mengakhiri pertemuan selama 2 hari di Sao Paolo, Brasil, pada 8-9 November lalu. Hasil pertemuan berupa konsensus Sao Paolo itu akan dibawa pada pertemuan di Washington untuk disepakati. Menteri Keuangan Sri Mulyani mewakili Indonesia selama pembicaraan di Brasil.

PM Inggris Gordon Brown mengatakan, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter di seluruh dunia sangat dibutuhkan. “Kita juga butuh langkah-langkah ekonomi yang terencana dan lebih luas khususnya menangani persoalan keuangan,” kata Brown.

Ia menambahkan, dalam kebijakan fiskal, langkah presiden terpilih AS Barack Obama yang akan menggelontorkan dana ratusan miliar dolar merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu. Agenda lain yang juga tak kalah penting dibahas, kata Brown, terkait isu proteksionisme perdagangan.

Inggris dan negara-negara utama ekonomi dunia pun telah melakukan langkah talangan dana bagi sistem keuangan mereka yang hancur. Inggris malah telah menasionalisasi satu bank besar, Northern Rock.

Dari Washington, Barack Obama memastikan tidak akan menghadiri pertemuan puncak G-20 di Amerika. Ia juga dipastikan tidak akan bertemu dengan para pemimpin negara-negara lain yang menghadiri pertemuan tahunan itu.

Juru bicara Obama, Robert Gibss, mengungkapkan pertemuan dengan satu atau dua pemimpin negara tertentu pun tidak ada dalam agenda. “Tidak. Tidak di Chicago, tidak juga di Washington (pertemuannya),” tegasnya. “Saat (pertemuan) itu, masih ada satu presiden (yang sah).” Ia merujuk pada Presiden Bush.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono termasuk salah satu pemimpin G-20 yang akan menghadiri pertemuan itu. Bagi Presiden Walker Bush, pertemuannya dengan para pemimpin G-20 seperti sebuah pesta perpisahan menjelang pengangkatan sumpah Obama sebagai presiden AS pada 20 Januari 2009.

————

Diambil dari harian cetak, Republika, Rabu 12 November 2008.

Quantum Of Solace OST

quantum-of-solace-ost-album-info-layout

Nothing. Why is that ? yeah, ‘coz almost entire track in this album it’s just backsound not song. But, tunggu dulu walaupun kesemuanya adalah suara musik yang mengiringi filmnya, kualitas dan komposisinya patut diacungi jempol. David Arnold, adalah orang dibalik album ini. Peraih Grammy Awards untuk kategori komposer film ini, sebelumnya sempat menangani komposer dalam 4 film James Bond sebelumnya. Dimulai dari The World Is Not Enough, Die Another Day, Casino Royale, dan Quantum Of Solace. Jadi, memang wajar Marc Forster menaruh kepercayaan kepada David utk menjadi arsitek musik di film arahannya.

In this album, Another Way To Die dipilih sebagai main theme untuk filmnya. Kolaborasi yang apik antara Jack White dan Alicia Keys dengan musik yang khas “The White Stripes” namun dibalut oleh gaya vocal R&B dari Alicia membuat lagu ini layak dimasukkan dalam playlist iTunes saya. Catchy sound with James Bond style on it.

20th-annual-world-music-awards-20081

Mariah Carey dan Beyonce Knowles, menjadi dua musisi asal Amrik yang sukses membawa pulang penghargaan di pentas World Music Awards (WMAs) 2008 yang dihelat di Monte Carlo, Monaco, 9 November lalu. Sementara Coldplay, grup band asal Inggris mengobati kekecewaannya dari ajang MTV Europe Music Awards dua hari sebelumnya, dengan menggondol award untuk penghargaan kategori World’s Best Rock Act. Yeah! you go guys!.

Sang diva, Mariah Carey, seperti dilansir situs Contactmusic, memperoleh penghargaan Lifetime Achievement Award. Sedangkan Beyonce, diberi anugrah karena kontribusinya yang besar terhadap seni lewat kategori Outstanding Contribution To The Arts. Buat keduanya, penghargaan ini menjadi sangat penting bagi karier mereka. Hmm…the real world class diva then.

Meanwhile, album terakhir dari Coldplay yang berjudul, Viva La Vida or Death and All His Friends, yang sempat memuncaki sejumlah daftar tangga lagu di Amrik, Inggris, Jepang, Jerman, Prancis, dan di berbagai belahan dunia, dianggap menjadi modal besar untuk menganugerahkan penghargaan pada grup asal Inggris ini. Hell yeah! Coldplay rock!!. Selain berhasil menjadi jawara di sejumlah tangga lagu dunia, grup band yang terdiri dari Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman, dan Will Champion, ini dianggap sukses dalam sejumlah konser mereka. although I haven’t seen any of their concert live with my own eyes.

Untuk kategori lainnya, perhelatan yang digarap oleh IFPI -sebuah organisasi dari industri rekaman yang bermarkas di London- memberikan penghargaan kepada Leona Lewis. Lewis disematkan predikat sebagai World’s Best Pop Female dan World’s Best New Artist. Seperti halnya Coldplay, penghargaan dari WMAs ini setidaknya menjadi hiburan tersendiri kepada penyanyi belia asal Inggris ini, karena pada pertarungan di pentas MTV Europe Music Awards sebelumnya, Lewis gagal memboyong trofi. Kemenangan ini juga cukup menggembirakan buat Leona Lewis karena dia berhasil menyingkirkan dua nama besar di panggung musik dunia, yakni Madonna dan Mariah Carey. Wow nice job.

Sedangkan untuk kategori World’s Best Male Pop/Rock Artist, Kid Rock has taken the crown. Kid Rock sukses berkat album Rock N Roll Jesus yang dirilisnya pada akhir 2007. Selanjutnya, penghargaan berhasil pula didapat Amy Winehouse. Artis asal Inggris yang kerap membuat masalah ini dinobatkan sebagai World’s Best Female Pop/Rock Artist. Ko perasaan kebanyakan dari Inggris yak.

Move to the next category, Alicia Keys sukses membawa pulang sebuah trofi lewat kategori World’s Best R&B Artist. Lil Wayne, musisi asal Amrik, beruntung pula di ajang WMAs ini, setelah dijadikan sebagai World’s Best Hip Hop Artist. Sementara Akon, rapper kelahiran Senegal, Afrika, termasuk dalam World’s Best Selling Artists From Around The World.

Here’s the complete list of all The Nominees and The Winners

worlds-best-pop-female-artist1

———-

worlds-best-pop-male-artist1

———

worlds-best-poprock-male-artist1

———-

worlds-best-poprock-female-artist1

———-

worlds-best-rock-act1

———-

worlds-best-rb-artist1

———-

worlds-best-new-artist1

———-

worlds-best-hip-hoprap-artist1

———-

worlds-best-dj1

———-

best-selling-artists-from-around-the-world1

—————————————————————-

Diambil dari : Harian Cetak Republika, Selasa 11 November 2008, & World Music Award 2008

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.